apakah kini kau percaya.
bahwa hati bisa saja berdenting
membentuk harmoni mayor sempurna
mendayu-dayu yang membuat mu terlarut dalam fantasi indahmu ,
tak perlu lantunkan lagu, bersyair indah
karena sebuah bunyi tipis tinggi dawai terakhir
telah terpetik,
menggenapi kehampan Warna-warna yg mulai memudar.
Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan
sampai sesuatu itu tiba di depan mata.
Kita tak pernah menyadari ketidaklengkapan
hingga bersua dengan kepingan diri
yang tersesat dalam ruang waktu.
dan kita akan belajar betapa ketiadaan
mampu membenamkan diri ke dalam palung
ketidak berdayaan...
Dan apakah engkau percaya kini...??

